Siswa-siswa hidup di kelas pada suatu sekolah relatif singkat, sebagian besar waktunya dipergunakan siswa untuk bertempat tinggal di rumah. Pihak pengambil kebijakan pendidikan untuk mewujudkan program pelaksanaan pendidikan karakter anak. Pendidikan bukan hanya sekadar kemungkinan dapat dididik melainkan merupakan suatu keharusan perlu dididik agar ia dapat hidup sebagaimana layaknya manusia. Sementara, orangtua yang otoriter merugikan, karena anak tidak mandiri, kurang tanggungjawab serta agresif, sedangkan orangtua yang permisif mengakibatkan anak kurang mampu dalam menyesuaikan diri di luar rumah. Your email address will not be published. Mungkin hal ini bukan masalah ketika aturan diterapkan kepada orang dewasa, tetapi bagaimana dengan anak-anak? Do Not Open Soundtrack - Moana Bruno Mars - 24K Magic Future - FUTURE Soundtrack - Beauty And The Beast Soundtrack - The Fate Of The Furious: The Album FAST DOWNLOAD Welcome to Mp3Ford.




Melalui pola asuh yang dilakukan oleh orang tua, anak belajar tentang banyak hal, termasuk karakter. Tentu saja pola asuh otoriter yang cenderung menuntut anak untuk patuh terhadap segala keputusan orang tua dan pola asuh permisif yang cenderung memberikan kebebasan penuh pada anak untuk berbuat sangat berbeda dampaknya dengan pola asuh demokratis yang cenderung mendorong anak untuk terbuka, namun bertanggung jawab dan mandiri terhadap hasil pendidikan karakter anak. Artinya, jenis pola asuh yang diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak oleh keluarga.

Studi yang dilakukan oleh Fagan dalam Badingah, menunjukan bahwa ada keterkaitan antara faktor keluarga dan tingkat kenakalan keluarga, di mana keluarga yang broken home, kurangnya kebersamaan dan interaksi antar keluarga, dan orang tua yang otoriter cenderung menghasilkan remaja yang bermasalah. Pada akhirnya, hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas karakter anak.

Pola asuh permisif yang cenderung memberi kebebesan terhadap anak untuk berbuat apa saja sangat tidak kondusif bagi pembentukan karakter anak. Bagaimana pun anak tetap memerlukan arahan dari orang tua untuk mengenal mana yang baik mana yang salah. Dengan memberi kebebasan yang berlebihan, apalagi terkesan membiarkan, akan membuat anak bingung dan berpotensi salah arah.

Pola asuh demokratis tampaknya lebih kondusif dalam pendidikan karakter anak. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Baumrind yang menunjukkan bahwa orangtua yang demokratis lebih mendukung perkembangan anak terutama dalam kemandirian dan tanggungjawab. Sementara, orangtua yang otoriter merugikan, karena anak tidak mandiri, kurang tanggungjawab serta agresif, sedangkan orangtua yang permisif mengakibatkan anak kurang mampu dalam menyesuaikan diri di luar rumah.

Menurut Arkoff dalam Badingah,anak yang dididik dengan cara demokratis umumnya cenderung mengungkapkan agresivitasnya dalam tindakan-tindakan yang konstruktif atau dalam bentuk kebencian yang sifatnya sementara saja. Di sisi lain, anak yang dididik secara otoriter atau ditolak memiliki kecenderungan untuk mengungkapkan agresivitasnya dalam bentuk tindakan-tindakan merugikan. Sementara itu, anak yang dididik secara permisif cenderung mengembangkan tingkah laku agresif secara terbuka atau terang-terangan.

Menurut Middlebrook dalam Badingah,hukuman fisik yang umum diterapkan dalam pola asuh otoriter kurang efektif untuk membentuk tingkah laku anak karena : a menyebabkan marah dan frustasi dan ini tidak cocok untuk belajar ; b adanya perasaan-perasaan menyakitkan yang mendorong tingkah laku agresif; c akibat-akibat hukuman itu dapat meluas sasarannya, misalnya anak menahan diri untuk memukul atau merusak pada waktu ada orangtua tetapi segera melakukan setelah orangtua tidak ada; d tingkah laku agresif orangtua menjadi model bagi anak.

Hasil penelitian Rohner dalam Megawangi, menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil seseorang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadiannya karakter atau kecerdasan emosinya. Penelitian tersebut — yang menggunakan teori PAR Parental Acceptance-Rejection Theory - menunjukkan bahwa pola asuh orang tua, baik yang menerima acceptance atau yang menolak rejection anaknya, akan mempengaruhi perkembangan emosi, perilaku, sosial-kognitif, dan kesehatan fungsi psikologisnya ketika dewasa kelak.

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan anak yang diterima adalah anak yang diberikan kasih sayang, baik secara verbal diberikan kata-kata cinta dan kasih sayang, kata-kata yang membesarkan hati, dorongan, dan pujianmaupun secara fisik diberi ciuman, elusan di kepala, pelukan, dan kontak mata yang mesra. Sementara, anak yang ditolak adalah anak yang mendapat perilaku agresif orang tua, baik secara verbal kata-kata kasar, sindiran negatif, bentakan, dan kata-kata lainnya yang dapat mengecilkan hatiataupun secara fisik memukul, mencubit, atau menampar.

Sifat penolakan orang tua dapat juga bersifat indifeerence atau neglect, yaitu sifat yang tidak mepedulikan kebutuhan anak baik fisik maupun batin, atau bersifat undifferentiated rejection, yaitu sifat penolakan yang tidak terlalu tegas terlihat, tetapi anak merasa tidak dicintai dan diterima oleh orang tua, walaupun orang tua tidak merasa demikian. Hasil penelitian Rohner menunjukkan bahwa pola asuh orang tua yang menerima membuat anak merasa disayang, dilindungi, dianggap berharga, dan diberi dukungan oleh orang tuanya.

Pola asuh ini sangat kondusif mendukung pembentukan kepribadian yang pro-sosial, percaya diri, dan mandiri namun sangat peduli dengan lingkungannya. Sementara itu, pola asuh yang menolak dapat membuat anak merasa tidak diterima, tidak disayang, dikecilkan, bahkan dibenci oleh orang tuanya. Anak-anak yang mengalami penolakan dari orang tuanya akan menjadi pribadi yang tidak mandiri, atau kelihatan mandiri tetapi tidak mempedulikan orang lain.

Selain itu anak ini akan cepat tersinggung, dan berpandangan negatif terhadap orang lain dan terhadap video pendidikan karakter anak video pendidikan karakter anak, bersikap sangat agresif kepada orang lain, atau merasa minder dan tidak video pendidikan karakter anak video pendidikan karakter anak dirinya berharga. Dari paparan di atas jelas bahwa jenis pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak.

Kesalahan dalam pengasuhan anak akan berakibat pada kegagalan dalam pembentukan karakter yang baik. Menurut Megawangi ada beberapa kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi anak sehingga berakibat pada pembentukan karakternya, yaitu : 3. Bersikap kasar secara verbal, misainya menyindir, mengecilkan anak, dan berkata-kata kasar. Bersikap kasar secara fisik, misalnya memukul, mencubit, dan memberikan hukuman badan lainnya.

Dampak yang ditimbulkan dari salah asuh seperti di atas, menurut Megawangi akan menghasilkan anak-anak yang mempunyai kepribadian bermasalah atau mempunyai kecerdasan emosi rendah. Anak menjadi acuh tak acuh, forex indicators metatrader free hidden butuh orang lain, dan tidak dapat video pendidikan karakter anak video pendidikan karakter anak persahabatan.

Karena sejak kecil mengalami kemarahan, rasa tidak percaya, dan gangguan emosi negatif lainnya. Ketika dewasa ia akan menolak dukungan, simpati, cinta dan respons positif lainnya dari orang di sekitarnya. Secara emosiol tidak responsif, dimana anak yang ditolak akan tidak mampu memberikan cinta kepada orang lain. Selalu berpandangan negatif pada lingkungan sekitarnya, seperti rasa tidak aman, khawatir, minder, curiga dengan orang lain, dan merasa orang lain sedang mengkritiknya.

Ketidakstabilan emosional, yaitu tidak toleran atau tidak tahan terhadap stress, mudah tersinggung, mudah marah, dan sifat yang tidak dapat dipreaiksi oleh orang lain. Keseimbangan antara perkembangan emosional dan intelektual. Dampak negatif lainnya dapat berupa mogok belajar, dan bahkan dapat memicu kenakalan remaja, tawuran, dan lainnya. Karakter merupakan kualitas moral dan mental seseorang yang pembentukannya dipengaruhi oleh faktor bawaan fitrah — nature dan lingkungan sosialisasi atau pendikan — nurture.

Potensi karakter yang baik dimiliki manusia sebelum dilahirkan, tetapi potensi tersebut harus terus-menerus dibina melalui sosialisasi dan pendidikan sejak usia dini. Meskipun semua pihak bertanggung jawab atas pendidikan karakter calon generasi penerus bangsa anak-anaknamun keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak. Untuk membentuk karakter anak keluarga harus memenuhi tiga syarat dasar bagi terbentuknya kepribadian yang baik, yaitu maternal bonding, rasa aman, dan stimulasi fisik dan mental.

Selain itu, jenis pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya juga menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak di rumah. Kesalahan dalam pengasuhan anak di keluarga akan berakibat pada kegagalan dalam pembentukan karakter yang baik. Kegagalan keluarga dalam melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, akan mempersulit institusi-institusi lain di luar keluarga termasuk sekolah dalam upaya memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter.

Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak-anak mereka dalam keluarga. You are commenting using your WordPress. Menurut Megawangi ada beberapa kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi anak sehingga berakibat pada pembentukan karakternya, yaitu :.

Kurang menunjukkan ekspresi kasih sayang baik secara verbal maupun fisik. Kurang meluangkan waktu yang cukup untuk anaknya. Terlalu memaksa anak untuk menguasai kemampuan kognitif secara dini. Berperilaku agresif, yaitu selalu ingin menyakiti orang baik secara verbal maupun fisik. Menjadi minder, merasa diri tidak berharga dan berguna. Oleh : Melly Latifah. Sukai ini: Suka Memuat Tinggalkan Balasan Batalkan balasan. Ketikkan komentar di sini Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:.

Surel wajib Alamat takkan pernah dipublikasikan. You are commenting using your Twitter account. You are commenting using your Facebook account. Beri tahu saya komentar baru melalui email.




Film Animasi Pendidikan Karakter : Hadiah Anak Pandai.


Bahaya Bermain Video Game Pada Anak. Posted by Pendidikan Karakter | Pendidikan Karakter merupakan sarana untuk membentuk karakter setiap pelaku pendidikan. Mar 09,  · Pendidikan karakter pada anak usia dini adalah strategi investasi manusia yang tepat vocabulary improvement Wacana Widgets young learner youtube video. terhadap hasil pendidikan karakter anak. video klip; archive. Juni ; Mei ; Juli ; Juni ; Mei ; Blogroll. Development Blog Documentation.