Ada beberapa hal yang termasuk dalam risiko kredit yaitu Lending Risk, Counterparty Risk, Issuer Risk. Selanjutnya bank akan berupaya menyesuaikan pricing kredit yang diberikan dalam rangka mengoptimalkan pengembalian return atas risiko yang dihadapi. Opsi put adalah hak untuk menjual aset dengan harga tertentu pada periode tertentu. Call me Adam, come from Aceh. Pada kondisi pasar sempurna, tidak ada kesempatan arbitrasi, maka tingkat keuntungan yang diharapkan untuk obligasi perusahaan akan sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan untuk obligasi pemerintah. Hal ini dilakukan untuk melihat tinggi rendahnya resiko yang dihadapi. Dari pemahaman atas lingkungan pengendalian, dapat ditentukan jenis dan aktifitas pengendalian.




Lakukanlah sesuatu yang terbaik untuk negeri yang kita cintai ini dengan kemampuan kita masing-masing. Jangan lupa komentarnya ya!!!!!! MARI BERKARYA TAK ADA YANG SEMPURNA. Sunday, September 30, Risiko kredit merupakan risiko pengertian risiko kredit paling signifikan dari semua risiko yang menyebabkan kerugian potensial. Definisi ini dapat diperluas yaitu bahwa risiko kredit adalah risiko yang timbul dikarenakan kualitas kredit semakin menurun. Memang penurunan kualitas kredit dimaksud belum tentu berimplikasi pada terjadinya default, namun paling tidak kemungkinan terjadinya default akan semakin besar.

Secara garis besar, risiko kredit dapat dibagi menjadi 3 tiga : risiko default, risiko exposure, dan risiko recovery. Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas Bank, antara lain: pemberian kredit, transaksi derivatif, perdagangan instrumen keuangan, serta aktivitas Bank yang lain, termasuk yang tercatat dalam banking book maupun promasil rivalus gnc book.

Hal-Hal yang Termasuk dalam Risiko Kredit. Ruang Lingkup Risiko Kredit Dengan Jenis Risiko Lainnya. Ruang lingkup risiko kredit tidak dapat dipisahkan secara jelas metatrader indicators buy&sell 1919 buffalo nickel tegas dengan jenis risiko lainnya risiko operasional, risiko pasar dan risiko likuiditas dan keempat jenis risiko ini saling terkait.

Risiko kredit dapat timbul dikarenakan telah terjadinya risiko pasar terlebih dahulu. Sebagai contoh, nilai kredit nasabah menjadi sangat besar, dikarenakan kredit diberikan dalam dominasi valas dan nilai tukar Rupiah melemah. Risiko kredit dapat timbul dikarenakan telah terjadinya risiko operasional terlebih dahulu. Sebagai contoh, petugas Bank telah lalai dalam melaksanakan transaksi jaminan dan pengikatannya.

Credit Risk Management Manajemen Resiko Kredit. Pengertian dan Konsep Manajemen resiko Kredit. Credit Risk Management merupakan suatu proses dimana risiko kredit diidentifikasi, diukur, dan dikelola termasuk monitoring, controlling dan communication. Proses tersebut sifatnya cyclical, dan dimulai sejak aplikasi kredit diterima oleh Bank, dianalisa, persetujuan, pemantauan, dan penyelamatan. Agar proses pengelolaan risiko kredit tersebut dapat berjalan secara efisien diperlukan infrastruktur pendukung, yaitu: Kebijakan, Organisasi, Sistem Informasi, dan Risk Modelling.

Kebanyakan pemberi pinjaman menggunakan cara penilaian kelayakan kredit mereka masing-masing guna membuat peringkat risiko konsumen lalu kemudian mengaplikasikannya terhadap strategi bisnis mereka. Dengan produk-produk seperti pinjaman pribadi tanpa jaminan atau kredit pemilikan rumah, kreditur akan mengenakan suku bunga yang tinggi terhadap konsumen yang berisiko tinggi dan sebaliknya. Pada pinjaman berulang seperti pada kartu kredit dan overdraft, risiko ini dikontrol dengan cara penetapan batasan kredit yang seksama.

Beberapa produk mensyaratkan adanya jaminan yang biasanya dalam bentuk properti. Joel Bessis menyatakan, Manajemen risiko kredit mencakup dua hal, yaitu risiko proses putusan kredit, sebelum putusan dibuat sampai menindaklanjuti komitmen kredit, ditambah risiko pemantauan dan proses laporan. Selanjutnya diperlukan pengukuran dari risiko kredit itu sendiri. Sedangkan menurut PBI Pengertian risiko kredit Bank Indonesiadinyatakan bahwa proses Manajemen Risiko Bank sekurang-kurangnya mencakup pendekatan pengukuran dan penilaian risiko, struktur limit dan pedoman serta parameter pengelolaan risiko, sistim informasi manajemen dan pelaporannya, serta evaluasi dan kaji ulang manajemen.

Bank perlu melakukan manajemen terhadap risiko kredit yang melekat pada seluruh portofolio, yaitu dengan mengidentifikasi, mengukur, memonitor, mengontrol risiko kredit, serta memastikan modal yang tersedia cukup, dan dapat diperoleh kompensasi yang sesuai atas risiko yang timbul. Stanley Fisher, menyatakan pengukuran diperlukan untuk memperbaiki manajemen risiko dan mengurangi vulnerability, yang harus dilakukan sebagai bagian penting dalam strategi regional jangka panjang.

Kehati-hatian dan pengawasan sistim diperlukan agar dapat bertindak cepat dalam mengantisipasi pertumbuhan pasar yang cepat. Perbedaan Antara Konsep Manajemen Risiko Kredit Yang Lama Dan Yang baru. Sebagaimana penjelasan Herman Prins, Manajemen Risiko Kredit merupakan tindakan pro-active, yang lebih menekankan pada manajemen portofolio kredit, active balance sheet, dan kuantitas risiko kredit, sehingga dapat diperoleh model risiko atas capital intensive model serta risk return yang optimal, untuk mendapatkan nilai yang maksimal.

Sebaliknya, pada Manajemen Risiko Kredit yang lama, tindakan berupa re-active, yang lebih menekankan penilaian CAMELS Capital, Assets, Management, Equity, Liquidity and Sensitivityreview secara periodik, laporan risiko secara pengertian risiko kredit, laporan atas konsentrasi risiko, besar exposure, tanggal jatuh tempo dan ekses limit. Berdasarkan pengertian tersebut, dengan menggunakan pola baru, diharapkan Bank lebih dapat memperhitungkan risiko, karena telah diperkirakan sejak sebelum penilaian terhadap aplikasi kredit yang dilakukan.

Interaksi Risiko dan Pendapatan. Eddie Cade menyatakan, bahwa definisi risiko berbeda-beda, tergantung pada tujuannya. Definisi risiko yang tepat dilihat dari sudut pandang Bank adalah, exposure terhadap ketidakpastian pendapatan. Sedangkan Philip Best menyatakan bahwa risiko adalah kerugian secara finansial, baik secara langsung maupun tidak langsung. Risiko Bank adalah keterbukaan terhadap kemungkinan rugi exposure to the change of loss. Sedangkan menurut Peraturan Bank Indonesia PBIrisiko bisnis Bank adalah risiko yang berkaitan dengan pengelolaan usaha Bank sebagai perantaraan keuangan.

Sebagai lembaga financial intermediary yang menerima dana masyarakat, dan selanjutnya menyalurkan kembali dalam bentuk kredit, menyebabkan bank harus menerapkan prinsip kehatian-hatian dalam melakukan aktivitas operasionalnya agar bank tetap menjadi lembaga yang dipercaya oleh masyarakat prudential banking activity. Penerapan prinsip kehati-hatian oleh bank diantaranya diimplementasikan melalui kemampuan bank untuk mengelola portfolio kredit yang dimiliki sehingga risiko yang berpotensi untuk terjadi credit risk dapat diukur dan dikontrol.

Mengingat saat ini kredit merupakan asset yang paling besar yang dikelola bank, dan juga merupakan konstributor yang paling dominan terhadap pendapatan bank. Resiko kredit terjadi jika counterpary pihak lain dalam traksaksi bisnis kita tidak bisa memenuhi kewajibannya wanprestasi. Resiko kredit pengertian risiko kredit semakin penting karena akhir-akhir ini banyak peristiwa gagal bayar yang dialami oleh perusahaan-perusahaan domestik, luar negeri, bahkan negara sekalipun.

Sebagai contoh pada tahun an pinjaman yang diberikan kepada negara berkembang seperti negara amerika latin mengalami masalah sehingga mendorong bank-bank yang memberi pinjaman mengalami kesulitan. Pada saat krisis ekonomi, tingkat bunga yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melambat membuat persoalan resiko kredit menjadi semakin lebih serius Counterparty Risk, risiko dimana counterpart tidak bisa melunasi kewajibannya ke bank baik sebelum tanggal kesepakatan maupun pada saat tanggal kesepakatan.

Issuer Risk, risiko dimana penerbit suatu surat berharga tidak bisa melunasi kepada bank sejumlah nilai surat berharga yang dimiliki bank. Beberapa risiko kredit tak dapat dihindari, karena tanpa risiko tidak akan ada pendapatan. Bank dapat mengkompensasikan dengan mengatur, bahwa pemberian kredit yang mempunyai risiko tinggi harus diimbangi dengan pendapatan yang lebih tinggi, dengan suku bunga di atas normal. Namun, pemberian putusan kredit harus dapat dijamin, apakah akan lebih banyak memberikan kredit pengertian risiko kredit tingkat pendapatan dan pengembalian tinggi, atau terlalu berisiko, karena dapat mengakibatkan risiko potensial dalam pengertian risiko kredit.

Manajeman Risiko Kredit akan membantu dalam menentukan tingkat risiko yang dapat diterima, dengan membuat sistim, guna menentukan risiko yang dapat diterima sebelum kredit diberikan, sehingga dapat diketahui apakah sebaiknya semua permintaan kredit akan diterima atau ditolak. Sekali kredit diberikan, kondisi dari nasabah harus dapat dipantau, dan bilamana terjadi tanda-tanda kemunduran terhadap posisi nasabah akan dapat diketahui, sehingga risiko kemungkinan pembayaran terlambat dapat diantisipasi secara dini Pengertian risiko kredit Coyle, Peraturan Bank Indonesia No.

Konsep Manajemen Risiko yang terintegrasi, pengertian risiko kredit mampu memberikan suatu sort and quick report kepada Board of Director guna mengetahui risk exposure yang dihadapi Bank secara keseluruhan. Risiko Pemberi Pinjaman Atas Bisnis. Perlindungan tambahan dalam bentuk pembatasan sebagaimana diatur dalam perjanjian kredit memungkinkan dilakukannya pengawasan oleh pemberi pinjaman kreditur atas peminjam debitur pengertian risiko kredit misalnya dalam bentuk :. Pembatasan terhadap debitur atas tindakan-tindakan yang dapat memengaruhi keuangan debitur misalnya melakukan pembelian kembali saham, melakukan pembayaran deviden, atau melakukan peminjaman baru.

Kewenangan untuk melakukan pengawasan atas utang dengan cara mensyaratkan adanya audit dan laporan keuangan bulanan. Saat ini terdapat inovasi untuk melindungi kreditur dan pemegang obligasi terhadap risiko gagal bayar yaitu dalam bentuk kredit derivatif yang dikenal dengan istilah credit default swap. Dengan kontrak keuangan ini maka perusahaan dimungkinkan untuk membeli suatu perlindungan proteksi terhadap risiko gagal bayar dari pihak ketiga selaku penjual perlindungan. Penjual perlindungan ini memperoleh imbal jasa secara periodik sebagai bentuk kompensasi atas risiko yang diambil alih olehnya yaitu dalam bentuk kesepakatan untuk membeli tagihan tersebut apabila terjadi gagal bayar.

Risiko Yang Dihadapi Oleh Bisnis. Perusahaan menghadapi "risiko kredit" dalam hal misalnya perusahaan tidak menerima "pembayaran dimuka" secara tunai untuk produk atau jasa yang dijualnya. Dengan melakukan penyerahan barang atau jasa di depan dan menagih pembayaran kelak maka perusahaan menanggung suatu risiko selama tenggang waktu penyerahan barang atau jasa dengan pengertian risiko kredit pembayaran. Beberapa perusahaan memiliki departemen risiko kredit yang bertugas untuk menilai kesehatan finansial dari konsumennya guna memutuskan pemberian kredit lebih lanjut atau tidak.

Risiko kredit ini tidak dengan sungguh-sungguh dikelola oleh perusahaan kecil yang hanya memiliki 1 atau 2 konsumen saja, sehingga perusahaan ini sangat rentan terhadap masalah gagal bayar atau keterlambatan pembayaran oleh konsumennya. Risiko yang dihadapi individu. Konsumen dapat menemui risiko kredit dalam bentuk langsung misalnya sebagai deposan di bank atau sebagai debitur. Mereka dapat juga menghadapi risiko kredit sewaktu melakukan transaksi dagang dengan cara penyerahan uang muka kepada mitra pengimbang misalnya untuk melakukan pembelian rumah atau penyewaan rumah.

Karyawan dari suatu perusahaan juga amat tergantung pada kemampuan perusahaan dalam melakukan pembayaran gaji juga termasuk yang menghadapi risiko kredit dalam stausnya sebagai karyawan. Pada beberapa kasus, pemerintah menyadari bahwa kemampuan para individu ini untuk melakukan evaluasi atas risiko kredit sangat terbatas dan risiko ini dapat mengurangi efisiensi ekonomi sehingga pemerintah melakukan berbagai mekanisme dan langkah hukum guna melindungi konsumen terhadap risiko ini.

Dalam dunia perbankan sering menggunakan kerangka 3R dan 5C. Kerangka tersebut bisa dipakai untuk menganalisis resiko kredit yang dihadapi oleh perusahaan. Pedoman 3R dapat dijelaskan sebagai berikut :. Berkaian dengan hasil yang diperoleh dari penggunaan kredit yang diminta, apakah kredit tersebut bisa menghasilkan return yang memadai untuk melunasi hutang dan bunganya.

Berkaitan dengan kemampuan perusahaan mengembalikan pinjaman dan bunganya pada saat pembayaran tersebut jatuh tempo. Berkaitan dengan kemampuan perusahaan menanggung risiko gagal atau ketidakpastian yang berkaitan dengan penggunaan kredit tersebut. Pedoman 5C adalah sebagai berikut :. Character, menunjukkan kemauan debitur peminjam untuk memenuhi kewajibannya. Kemauan tersebut lebih berkaitan dengan sifat dan watak peminjam. Capasity, adalah kemampuan peminjam untuk melunasi kewajiban hutangnya, melalui pengelolaan perusahaannya dengan efektif dan efisien.

Jika peminjam bisa mengelola perusahaannya dengan baik, perusahaan bisa memperoleh keuntungan maka kemungkinan bisa mengembalikan pinjaman pengertian risiko kredit semakin tinggi. Capital adalah posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Kondisi keuangan bisa dilihat dari analisis keuangan seperti analisis rasio. Dalam hal ini perusahaan harus memperhatikan komposisi hutang dengan modal sendiri.

Collateral adalah aset yang dijaminkan dijadikan agunan untuk suatu pinjaman. Jika karena suatu hal pinjaman tidak bisa dikembalikan, jaminan bisa dijual untuk menutupi pinjaman tersebut. Conditions adalah sejauh mana kondisi perekonomian akan mempengaruhi kemampuan pengembalian pinjaman. Rating menunjukkan tingkat resiko perusahaan. Melalui Rating, calon pembeli obligasi diharapkan memperoleh gambaran mengenai resiko perusahaan yang akan menerbitkan surat hutang tersebut.

Perusahaan tidah harus memperoleh Rating tersebut kecuali kalau disyaratkandan ketika rating tersebut diterbitkan perusahaan mempuanyai opsi untuk tidak menerbitkannya. Tapi resikonya calon pembeli tidak percaya terhadap perusahaan yang tidak mempunyai rating. AAA Instrumen hutang dengan resiko sangat rendah, tingkat pengembalian teramat baik, perubahan kondisi keuangan, bisnis atau ekonomi tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap risiko investasi.

AA Instrumen pengertian risiko kredit dengan resiko sangat rendah. Tingkat pengembalian yang sangat baik; perubahan pada kondisi keuangan, bisnis atau ekonomi barangkali akan berpengaruh terhadap pengertian risiko kredit investasi, tapi tidak terlalu besar. A Pengembalian hutang dengan resiko rendah. Tingkat pengembalian yang baik, meskipun perubahan pada kondisi keuangan, bisnis atau ekonomi akan meningkatkan resiko investasi.

BBB Tingkat pengembalian yang memadai. Perubahan pada kondisi keuangan, bisnis, ekonomi mempunyai kemungkinan besar meningkatkan resiko investasi dibandingkan dengan kategori yang options trading advisory service reviews jergens tinggi. Perusahaan mempunyai kemampuan membayar bunga dan pokok pinjaman, tetapi kemampuan tersebut rawan terhadap perubahan pada kondisi ekonomi, bisnis dan keuangan.

B Instrumen hutang saat ini mengandug resiko investasi. Tingkat pengembalian tidak terlindungi secara memadai terhadap kondisi ekonomi, bisnis dan keuangan. C Instrumen keuangan yang bersifat spekulatif dengan kemungkinan besar bangkrut. Sebagai conoh untuk rating AAA, pada tahun sesudah obligasi dikeluarkan rating juga dikeluarkantidak ada perusahaan yang mengalami kegagalan bayar.

Model skoring kredit pada dasarnya ingin melihat resiko kredit berdasarkan skor tertentu. Analisis diskriminan pada dasarnya ingin melihat apakah suatu perusahaan sebaiknya dimasukkan ke dalam kategori tertentu. Contohnya kategori gagal bayar dan tidak gagal bayar. Sebagai contoh, berikut ini fungsi diskriminan yang diestimasi oleh penelitian Altman :. Perluasan model Altman supaya bisa digunakan untuk perusahaan non-publik.

Cut off Rate Model Diskriminan. Model Pasar Model Nilai Buku. Karena nilai Z untuk X diatas batas bangkrut 3. Sebaliknya nilai Z untuk perusahaan Y dibawah batas bangkrut 1. Model ini digunakan untuk melihat seberapa besar kemungkinan gagal bayar dari perusahaan tersebut. Langkah pertama kita mengestimasi persamaan untuk model probabilitas, variabel gagal bayar menjadi variabel terikat dependentperusahaan yang gagal bayar diberi kode 0 dan yang tidak gagal bayar diberi kode 1, kumpulkan data untuk variabel bebas independentkemudian lakukan estimasi dengan teknik regresi linear.

Contoh menganalisis potensi gagal bayar tiga perusahaan dengan informasi sbb :. Total aset Rp miliar Rp 50 miliar Rp miliar. Modal kerja Rp 40 miliar Rp 5 miliar Rp 50 miliar. Laba sebelum bunga dan pajak Rp 40 miliar -Rp 2. Probabilitas tidak gagal bayar bisa dihitung dengan :. Dari perhitungan diatas dapat dilihat bahwa probabilitas untuk lancar perusahaan A dan B adalah 0. Kelemahan probabilitas linear adalah ada kemungkinan probabilitas yang dihitung diluar wilayah nol dan 1.

Contoh untuk perusahaan C :. Angka ini lebih besar dari 1 padahal nilai maksimum adalah 1. Untuk menghindari kemungkinan seperti itu, maka dapat digunakan teknik regresi logit, dimana variabel depedent dipaksa untuk berada diwilayah 0 dan Misalkan kita mengestimasi probabilitas kebangkrutan dengan menggunakan model logit. Variabel independen adalah rasio keuangan.

Contoh dari soal sebelumnya maka. Hasil diatas menunjukkan bahwa probabilitas lancar perusahaan C paling tinggi. RAROC Risk Adjusted Return On Capital. Ide dari RAROC adalah membandingkan tingkat keuntungan dengan modal yang beresiko. Pembanding tersebut bukannya total dana yang digunakan untuk pengertian risiko kredit pinjaman tertentu. Argumen yang diajuka adalah karena kerugian yang tidak diharapkan, jika terjadi akan dibebankan terhadap modal, sehingga lembaga keuangan atau kreditur akan menghapuskan sebagian modalnya sebagai akibat kerugian tersebut.

Formula untuk RAROC :. Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan tingkat keuntungan minimal yang disyaratkan oleh bank tersebut. Salah satu kesulitan dalam perhitungan RAROC adalah penentuan capital at risk. Capital at risk pada dasarnya adalah modal yang terekspos terhadap resiko kredit. Contohnya lembaga keuangan meminjamkan Rp1 miliar.

Dari analisis diperkirakan ada kerugian yang tidak terduga sebesar Rp juta. Dalam contoh tersebut, capital at risk adalah juta. Jika terjadi kerugian sebesar itu maka modal akan dihapus sebesar juta. Dalam hal ini capital at risk adalah 8 juta. Alternatif lain untuk melihat resiko perubahan tingkat bunga adalah :. Dalam formula diatas, perubahan tingkat bunga terjadi karena perubahan resiko atau rating obligasi. Perubahan rating mengakibatkan perubahan tingkat bunga yang disyaratkan dan selanjutnya mengakibatkan perubahan harga obligasi.

Mortality Rate menghitung persentase kebankrutan yang terjadi untuk kelas resiko tertentu. Mortality Rate dihitung dengan menggunakan data historis. Marginal Mortality rate untuk tahun 1 dan 2 dapat dihitung dengan rumus :. Untuk tahun berikutnya digunakan cara yang sama untuk menghitung MMR. Jumlah obligasi yang beredar pada tahun berikutnya cenderung mengalami penurunan karena ada sebagian dari obligasi yang default, dilunasi, dan sebagainya.

MMR cenderung meningkat dari tahun ke tahun, sehingga kurva MMR akan cenderung mempunyai slop yang positif. Penurunan Resiko Kredit Pengertian risiko kredit Term Structure. Term Structure menunjukkan hubungan antara pengertian risiko kredit waktu dengan yield surat berharga. Biasanya kurva tersebut mempunyai slope yang positif.

Tahun 1 Tahun 2 Jangka waktu. Slope yang positif menandakan bahwa yield obligasi dengan jangka waktu yang lebih panjang akan lebih besar. Perhatikan juga bahwa yield untuk obligasi perusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan yield untuk obligasi pemerintah. Hal ini dikarenakan resiko default obligasi perusahaan lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah. Logikanya kita bisa menghitung premi resiko default melalui kurva yield. Pada kondisi pasar sempurna, tidak ada kesempatan arbitrasi, maka tingkat keuntungan yang diharapkan untuk obligasi perusahaan akan sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan untuk obligasi pemerintah.

Untuk ahun kedua dengan cara yang sama kita bisa menghitung pi berikut ini :. Tetapi yang kita cari adalah probabilitas tahun kedua bertahan, jika tahun pertama bertahan. Dalam beberapa situasi, kita juga ingin menghitung probabilitas default marginal, yaitu probabilitas default pada tahun kedua. Dalam hal ini harus menghitung tingkat bunga forward di th ke dua. Tingkat bunga forward tahun kedua tersebut tidak bisa diobservasi langsung sehingga harus dihitung secara tidak langsung.

Untuk tingkat bunga obligasi pemerintah, dalam kondisi tidak arbitrase tingkat keuntungan investasi obligasi jangka waktu dua tahun akan sama dengan tingkat keuntungan investasi obligasi tahun pertama, dan dilanjutkan tahun kedua, seperti berikut ini. Dengan cara yang sama kita bisa menghitung tingkat bunga forward perusahaan pada tahun kedua. Probabilitas bertahan untuk dan default marginal pada tahun kedua adalah.

Credit metric merupakan alat pengukuran resiko kreditdengan mengunakan kerangka value at risk,sehingga volatilitas resiko kredit pengertian risiko kredit yang tidak bisa diperkirakan bias di perhitungkan. Ada dua masalah jika kita menggunakan keranggaka VAR yang bias menggunakan untuk menggukur resiko pasar untuk resiko kredit,yaitu distribusi yang tidak normal dan perhitungan korelasi. Credit Metrics untuk Aset Individual.

Misalnya kita akan menganalisis risiko kredit untuk dua obligasi,yaitu obligasi dengan rating BBB dan rating A. Kita akan menghitung risiko kredit untuk obligasi BBB lebih dahulu. Jika rating suatu obligasi berubah,maka nilai obligasi tersebut akan berubah. Perubahan tersebut terjadi karena tingkat keuntungan yang disyaratkan yang akan dipakai sebagai discount rate berubah. Jka rating semakin baik,maka discount rate tersebut akan menurut,dan akan mengakibatkan kenaikan harga begitu pula ssebaliknya.

Misalnya kita mempunyai informasi forward zero curve untuk empat tahun keepan berdasarkan kategori risiko adalah :. Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4. AAA 3,6 4,17 4,73 5, AA 3,65 4,22 4,78 5, A 3,72 4,32 4,98 5, BBB 4,1 4,67 5,25 5, BB 5,55 6,02 6,78 7, Metatrader untuk pc temperature 6,05 7,02 8,03 8, CCC 15,05 15,02 14,03 13, Perhatikan bila tingkat bunga tersebut semakin besar jika rating obligasi semakin turun jelek.

Tingkat bunga tersemut mengalami kenaikan dari tahun ketahun, yang menandakan yield curve yang mempunyai slope positif. Tingkat bunga tersebut tidak harus sselalu naik setiap tahunnya. Selanjutnya kita menghitung nilai pasar yang baru jika obligasi BBB yang akan kita evaluasi itu di upgrade atau di downgrade. Perhatikan bahwa discount rate memakai tingkat bunga yang berlaku untuk kategori rating tersebut. Dengan metatrader leverage 3x03 yang sama, nilai obligasi untuk situasi upgrade atau downgrade bias dihitung.

Selanjutnya kita juga ingin mengestimasi nilai obligasi jika terjadi default perusahaan gagal bayar. Untuk kategori tersebut tidak ada forward rate untuk perusahaan yang gagal bayar. Karena itu kta perlu mengestimasi nilai obligasi jika oblligasi tersebut mengalami gagal bayar. Estimasi semacam ini bias di estimasi melalui data historis,seperti berikut :. Nilai Obligasi Pada Saat Kebangkrutan. Seniority Class Mean Standar deviasi. Senior Secured 53,8 26, Senior Unsecured 51,13 25, Senior Suboordinated 38,52 23, Junior subordinated pengertian risiko kredit 10,9.

Hasil Penilaian Ulang Obligasi BBB. Kupon Forward Value Total Value. AAA 0,22 6,00 ,37AA 0,33 6,00 ,10A 5,95 6,00 ,66BBB 86,93 6,00 ,55BB 5,3 6,00 96,02B 1,17 6,00 92,10 98, CCC 0,12 6,00 77,64 83, Default 0,18 0,00 51,13 51, Setelah hasil pendapatan kita ketahui maka kita bias menghitung nilai yang diharapkan rata-rata dan standar deviasinya. Setelah kita mengetahui rata-rata dan standar deviasi selanjutnya kita bias menghitung risiko kredit untuk obligasi BBB dengan menggunakan kerangka VAR berikut ini.

Credit Metrics Untuk Portofolio. Misalnya kita mempunyai portofolio yang terdiri dari asset BBB dan asset A. Risiko kredit untuk aset BBB sudah dihitung dimuka. Kita akan menghitung risiko kredit untuk aset A,dan kemudian kita akan menghitung risiko kredit untuk portofolio dari aset BBB dan A. Hasil Penelitian Ulang Obligasi A. AAA 5,00 ,59AA 5,00 ,49A 5,00 ,30BBB 5,00 ,64BB 5,00 98,15B 5,00 96,39CCC 5,00 73,71 78, Default 0,00 51,13 51, Matrick Penilaian Ulang Portofolio.

Nilai aset AAA adalah Perkalian langsung semacam itu mengasumsikan independensi antara dua aset tersebut. Pada kenyataannya asumsi tersebut barang kali tidak realistis,karena akan ada korelasi antaraset. Sebagai ilustrusi untul sel aset BBB:aset AAA probabilitas marginal adsalah Nilai yang diharapkan dan standar deviasi untuuk distribusi tersebut bisa dihitung berikut:.

Alternative lain kita bisa menggunakan percentile untuk menghitung VAR seperti yang dilakukan di dalam bagian yang ke dua perhitungan credit metric untuk aset individual. Pendekatan Kerangka Teori Opsi. Opsi call adalah hak untuk membeli aset dengan harga tertentu pada periode tertentu. Opsi put forex managed accounts for us citizens 311020154 hak untuk menjual aset dengan harga tertentu pada periode tertentu.

Penjual opsi call atau put mempunyai kewajiban untuk menyediakan aset yang akan dibeli jika pemegang opsi call mengeksekusi haknya ,atau membeli aset yang akan dijual jika pemegang opsi put mengeksekusi haknya. Beberapa akademisi menggunakan kerangka teori opsi untuk menganalisis risiko kredit. Dengan menggunakan kerangka teori opsi,pemegang saham bisa digambarkan sebagai pihak yang menjual opsi put.

Misalnya kreditur member pinjaman kepada perusahaan dengan nilai Rp juta. Gambar pemegang saham dalam kerangka opsi Bagan di atas menunjukkan jika nilai perusahaan di atas Rp juta missal Rp jutamaka pemegang saham berhak atas sisa nilai perusahaan sebesar Rp juta Rp — Rp juta. Pemegang saham harus membayar hutang sebesar Rp juta terlebih dahulu. Jika nilai perusahaan di bawah Rp juta, maka pemegang saham akan kehilangan kekayaannya,karena kekayaannya akan diambil oleh pemegang hutang.

Posisi pemegang saham dalam bagan diatas mirip dengan posisi pembeli opsi call. Bagan berikut ini menunjukkan posisi pemegang hutang kreditur. Pemegang hutang tersebut mempunyai penerimaan yang tetap yaitu sebesar bunga dan cicilan pokok pinjaman. Karena itu dalam bagan di atas, nilai hutang adalah flat sebesar Rp juta. Jika nilai perusahaan lebih besar dari nilai hutang Rp juta ,maka nilai hutang tetap sebesar Rp juta. Jika nilai suatu perusahaan lebih kecil dari Rpjuta maka nilai hutang akan menjadi berkurang.

Penjual opsi put juga akan mempunyai pola penerimaan seperti dalam bagan di atas. Setelah kita mengetahui kerangka semacam begitu kita bisa menggunakan teori opsi model penilaian opsi untuk menilai nilai hutang dan sekaligus risiko kredit. Analisis Nilai Saham dan Hutang dengan Opsi. Misalkan ada perusahaan yang menggunakan dua sumber pendanaan yaitu saham dan hutang. Jumlah perlembar saham yang beredar adalah 1 juta lembar. Nilai hutang obligasi tanpa kupon bunga adalah Rp80 juta Nilai pasar perusahaan tersebut adalah Rpjuta.

Berapa nilai untuuk masing-masing komponen sumber dana tersebut?. Gabungan antara nilai pasar saham dan obligasi adalah nilai total perusahaan. Nilai saham bisa dihitung berikut ini:. Dengan demikian nilai hutang adalah :. Karena obligasi tersebut merupakan obligasi tanpa kupon, tingkat bunga bisa dihitung berikut ini:.

Premi risiko tersebut mencerminkan risiko kredit perusahaan tersebut. Model Penilaian Hutang Dengan Opsi. Alternative lain menghitungnilai hutang secara langsung. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa jika tingkat hutang dan varians return berubah maka tingkat keuntungan yang disyaratkan untuk hutang tersebut juga harus berubah. Sebagai ilustrasi misalkan kita mempunyai informasi berikut ini. Dari pembahasan tentang resiko kredit diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa resiko kredit merupakan risiko dimana nasabah atau debitur atau counterpart tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya sesuai kontrak atau kesepakatan yang telah dilakukan.

Resiko kredit dapat ditimbulkan oleh terjadinya resiko pasar terlebih dahulu dan juga dapat ditimbulkan oleh resiko operasional terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang termasuk dalam risiko kredit yaitu Lending Risk, Counterparty Risk, Issuer Risk. Resiko kredit haruslah dikelola dengan baik sehingga diperlukan manajemen resiko kredit. Dimana manajemen resiko kredit merupakan suatu proses dimana risiko kredit diidentifikasi, diukur, dan dikelola termasuk monitoring, controlling dan communication.

Proses tersebut sifatnya cyclical, dan dimulai sejak aplikasi kredit diterima oleh Bank, dianalisa, persetujuan, pemantauan, dan penyelamatan. Bank perlu melakukan manajemen terhadap risiko kredit yang melekat pada seluruh portofolio, yaitu dengan mengidentifikasi, mengukur, memonitor, mengontrol risiko kredit, serta memastikan modal yang tersedia cukup, dan dapat diperoleh kompensasi yang sesuai atas risiko yang timbul. Dalam melakukan pengukuran terhadap resiko kredit ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif.

Metode kualitatif merupakan metode yang mengukur resiko kredit berdasarkan beberapa karakter seperti melihat tingkat kepercayaan dari peminjam akan kemauannya mengembalikan pinjaman, jaminan pengertian risiko kredit digunakan dan lain sebagainya. Beberapa pedoman yang digunakan seperti 3R yaitu Return, Repayment Capacity, Risk bearing ability dan Pedoman 5C yaitu Character, Capasity, Capital, Collateral, Conditions. Sementara metode kuantitatif adalah metode pengukuran terhadap resiko berdasarkan perhitungan-perhitungan tertentu seperti dengan menganalisis rasio-rasio keuangan dari perusahaan peminjam sehingga di dapatkan hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan hanya menghitung berdasarkan metode kualitatif.

Ada beberapa metode kuantitatif yang dapat digunakan yaitu dengan Model Skoring Kredit, RAROC Risk Adjusted Return On CapitalRating Perusahaan, Mortality Rate Manajemen Resiko, Edisi Kedua. Unit Penerbit dan Percetakan : Yogyakarta. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Share to Twitter Share to Facebook. Pengantar Istilah persediaan Inventory adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumberdaya-sumberdaya organisasi Pengertian Manajemen Stratejik Manajemen strategi terdiri dari d Kalkulasi Biaya Proses : Laporan Biaya Produksi Kalkulasi Biaya Proses : Laporan Biaya Produksi A.

AKUMULASI BIAYA PROSES Tujuan dari kalkulasi biaya pesanan atau produk pesanan PENULISAN DIRECT REQUEST A. Pengorganisasian Direct Request Direct request atau permintaan langsung sering diartikan sebagai permintaan barang dan jasa secara lang Definisi Risiko Pasar Risiko pasar didefinisikan sebagai risiko kerugian pada pengertian risiko kredit neraca dan rekeni Pengertian Komunikasi Komunikasi merupakan pengertian risiko kredit utama dalam setiap organisasi.

Tanpa komunikasi yang efektif baik secara verbal maupun Pengertian Efektivitas Menurut Richard M. Steers : 1efektivitas yang berasal dari k Ketimpangan antar wilyah pengertian risiko kredit pendapatan A. Ketimpangan Antardaerah Pertumbuhan ekonomi merupakan menu utama pemeringkatan kinerja suatu wilayah dalam proses pembangunan. Lakukanlah sesuatu yang terbaik yang kita bisa untuk negeri yang kita cintai.

View my complete profile. Designed By Seo Blogger Pengertian risiko kredit.




Manajemen Kredit


Sep 19,  · BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Resiko Kredit 1. Pengertian Risiko Kredit Risiko kredit merupakan risiko yang paling signifikan dari semua risiko yang. Risiko kredit (bahasa Inggris: Credit risk) adalah suatu risiko kerugian yang disebabkan oleh ketidak mampuan (gagal bayar) dari debitur atas kewajiban pembayaran. PENGERTIAN MANAJEMEN RESIKO. Management Resiko. Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda.